Selasa, 10 Januari 2017

30DWC Jilid 3 ke 30 “Cerita Kepulanganku”

“Cerita Kepulanganku”

Pagi itu, kurasakan suasana yang berbeda dari biasanya. Suasana yang selama ini aku rindukan yaitu suasana rumah. Aku terbangun oleh suara kicauan burung-burung pipit di dekat rumah dan suara ibu di dapur. Sudah lama sekali aku tak pulang ke rumah setelah berkutat dengan skripsiku selama beberapa bulan. Segera aku bergegas bangun dan membantu ibu di dapur. Lama tak berbincang dengannya membuatku sangat rindu padanya. Seperti biasanya setiap aku pulang, ibu selalu membuatkan masakan kesukaanku. Setelah ibu selesai memasak, aku pun langsung memakan masakan ibu yang paling aku rindukan selama menjadi anak kos. Sesaat setelah menghabiskan masakan ibu, aku berjalan keluar rumah untuk melihat pemandangan di sekitar rumah. Ternyata tidak terlalu banyak yang berubah, hanya saja ada beberapa rumput liar yang tumbuh di sekitar rumah yang belum dibersihkan.

Waktu berjalan begitu cepat dan menunjukan pukul 11.00, cuaca siang itu begitu panas. Maklum saja, rumahku lumayan tak jauh dari pantai. Aku melihat banyak pohon kelapa kecil di belakang rumah dan ku putuskan untuk memetik kelapa itu untuk aku minum airnya. Ternyata segar sekali, meminum air kelapa di siang hari yang cukup panas. Singkat cerita, saat matahari beranjak menuju ke arah timur, aku pun memutuskan untuk pergi ke pantai. Melihat kembalinya matahari ke ufuk timur. Keindahannya sungguh tiada tergantikan. Perlahan cahaya matahari berubah menjadi orange kemerahan hingga akhirnya matahari pun tenggelam. Dan sesaat setelah itu pun, aku kembali pulang k rumah. Hal-hal yang aku lakukan ketika aku pulang saat itu telah mengobati kerinduan ku selama ini. 

30DWC Jilid 3 ke 29 “Aku dan Kakakku”

“Aku dan Kakakku”

Aku mempunyai satu sodara perempuan, perbedaan usiaku dengannya memang tidak terlalu jauh hanya berjarak 5 tahun. Namanya Novia, dia adalah kakakku satu-satunya. Kami adik kakak, tapi banyak orang yang mengira bahwa kami adalah teman. Maklum saja, kami tidak terlalu mirip untuk di bilang adik kakak. Dari kecil kami tumbuh bersama, meskipun sering ada pertengkaran kecil sampai perkelahian kecil yang terjadi. Kakakku memang terlihat acuh saat itu terhadapku tetapi saat kami terpisah jauh karena sekolah, sikapnya langsung berubah dan lembut kepadaku. Sungguh bersyukur dengan sikap dia yang dulu langsung berubah positif terhadapku. Semakin aku tumbuh dewasa, perhatiannya sebagai kakak sungguh luar biasa. Saat itu aku menyusulnya ke kota untuk melanjutkan sekolahku di bangku SMA dan dia masih di bangku perkuliahan. Meskipun tempat tinggal kami beda, namun kami tetap masih bisa berjumpa.
Singkat cerita, kala itu kakakku sudah menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan kerja tak jauh dari kota tempatku sekolah. Semakin dia dewasa, kasih sayangnya begitu luar biasa terhadapku. Aku ingat saat aku sakit jauh dari orang tua, kakakku langsung menemuiku dan mengantarkanku ke dokter terdekat sampai-sampai dia menjagaku sehari semalam. Ketika aku sudah menyelesaikan sekolah di bangku SMA, kami harus terpisah lagi. aku melanjutkan ke bangku kuliah di Kota yang lumayan jauh dari tempat kakakku kerja. Namun tak lama setelah itu, kakakku juga di pindahkan ke tempat orang tuaku tinggal. Aku bersyukur, meskipun awalnya waktu kecil aku dan kakakku selalu bertengkar tetapi ketika aku dan kakakku mulai beranjak dewasa, aku dan kakakku saling menyayangi satu sama lain dan  tak lagi membuat orang tuaku lelah untuk mengurus aku dan kakakku.

Senin, 09 Januari 2017

30DWC Jilid 3 ke 28 "5 Hal yang Sering Kamu Alami Saat Menjadi Anak Kost"

"5 Hal yang Sering Kamu Alami Saat Menjadi Anak Kost"

Jadi anak kost itu banyak suka dukanya. Jadi anak kost itu terlalu banyak cerita dan terlalu banyak untuk mendeskripsikannya. Cerita menjadi anak kost bisa saja menjadi sesuatu yang baru dan menyenangkan. Tetapi di balik rasa menyenangkan ada sesuatu hal yang membuat kita berpikir keras. Mengatur segala keuangan dan kebutuhan di kosan. Beberapa hal itu bisa sering kalian alami, di antaranya:
1.      Ketika awal bulan adalah momen yang paling di tunggu.
Kiriman uang jajan dari orang tua seolah pengobat untuk kantong kering yang sebelumnya hanya bisa jajan dan makan mie instan atau hanya sekedar nasi dan telor saja. Makan sesuatu yang enak tetapi tidak mahal adalah sesuatu hal yang terpikir ketika awal bulan. Namun untuk kebutuhan yang lainnya pun aku pikirkan agar tidak menghabiskan uang terlalu besar.
2.      Berbagi makanan dengan tetangga kamar.
Bukanlah hal yang aneh ketika berbagi makanan dengan teman-teman kosan yang kita kenal karena dengan mereka  hal-hal pun bisa saja  terjadi di kosan atau bahkan memasak bersama bisa saja dilakukan bersama untuk mengirit dana.
3.      Kamar Berantakan vs Kamar Rapih
Bagi anak kost, kamar berantakan atau rapih adalah  sesuatu hal yang sudah biasa. Kamar berantakan terjadi ketika sedang ada tugas deadline atau mengerjakan tugas itu bersama teman-teman di kosan atau bahkan mungkin dengan alasan malas untuk memberekan kamar. Hal lain kamar yang rapih, jarang kita jumpai kamar anak kost yang rapih terkecuali mereka yang memang sudah memiliki kebiasaan untuk selalu merapikan kamarnya agar terlihat rapih.
4.      Persediaan Mie Instan untuk Akhir bulan
Mie instan menjadi salah satu hal wajib bagi sebagian orang yang dipersiapkan saat akhir bulan datang. Bukan tidak mungkin dengan adanya mie instan bisa saja menekan biaya pengeluaran hanya untuk makan saja.
5.      Begadang dengan teman kost

Begadang pasti bukan hal yang aneh bagi anak kos, apalagi hal itu dilakukan disebabkan oleh beberapa alasan. Salah satunya bisa karena dengan alasan tugas kuliah. Namun alasan lainnya bisa saja karena keasyikan mengobrol dengan teman satu kost hinggal larut malam. Hal-hal tak penting sampai yang terpenting pun bisa dibahas dengan mereka hingga larut malam karena kesempatan untuk mengobrol dengan mereka sampai larut adalah kesempatan langka ketika hampir semua teman-teman kost berkumpul. 

30DWC Jilid 3 ke 27 "Ceritaku di Awal Perkuliahan"

"Ceritaku di Awal Perkuliahan"

Kuliah, satu hal yang terbayang oleh pikiranku. Pastinya jauh dari orang tua dan jauh dari keluarga. Bukan hanya itu, kadang ada orang yang bilang kuliah itu susah, kuliah itu menyenangkan, kuliah itu begini begitu. Banyak orang yang memberikan persepsinya masing-masing. Namun kali ini aku mengalaminya sendiri memasuki gerbang perkuliahan. Diawal perkuliahan membuatku tidak terlalu sulit beradaptasi terutama dengan teman-teman baru yang berasal dari berbagai daerah. Aku hanya membiasakan diri untuk tidak canggung dengan mereka. Baru memasuki pekan ke dua minggu masuk perkuliahan, aku sudah memiliki teman-teman yang akrab di kelas dan itu membuatku terbantu untuk berdiskusi dengan mereka. Namun tidak semua juga teman-teman di kelasku bisa aku ajak diskusi karena sesuatu hal mungkin membuatku kurang nyaman untuk melakukan diskusi dengan mereka.

Aku teringat ketika aku melakukan presentasi awal di depan teman-teman baruku. Aku melakukannya dengan grogi hampir aku tak paham dengan apa yang akan aku sampaikan, namun disana ku kendalikan kembali emosiku. Perlahan ku tarik nafas dan ku keluarkan hingga membuat perasaanku tenang. Tugas-tugas kuliah pun mulai berdatangan silih berganti, tugas kuliah yang belum semuanya aku pahami ditambah mata kuliahnya belum aku tahu. Perlahan pula aku mulai pelajari hal-hal baru tentang mata kuliah yang belum benar-benar aku tahu dan aku pahami. Meskipun terkadang aku suka mengeluh dan bahkan meninggalnya sesaat menghilangkan kejenuhan hingga akhirnya aku bisa berkonsentrasi kembali. Ternyata awal perkuliahan tidak begitu seseram yang dibayangkan, hanya saja tinggal kita menjalaninya dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.