“Cerita
Pagi”
Pagi ku yang cerah,
mentari pagi kembali menerangi. Kembali ku lawan rasa malasku untuk melakukan
aktifitas. Pagi itu, aku pergi ke kampus untuk bimbingan. Langkahku terhenti,
ketika aku melihat anak kecil yang sedang berjualan makanan dan tissue. Seketika
itu pula, perasaan ku langsung terenyuh melihat perjuangan dia untuk menjalani
hidup dengan berjualan tanpa memikirkan pendidikan. Aku masih terdiam, namun aku
putuskan untuk membeli makanan yang dia bawa. Bukan hanya membeli makanannya, aku
bahkan sempat mengajaknya untuk mengobrol. Namanya Dodi, usianya 9 tahun. Miris
sekali, ketika aku mendengar alasannya harus berjualan. Keadaan yang memaksanya
harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Usianya yang masih belia,
harus dia habiskan untuk berjualan. Padahal ketika usiaku sama sepertia dia,
aku habiskan di sekolah untuk mengenyang pendidikan dan bermain bersama
teman-temanku. Sekali lagi, Tuhan memberikanku pelajaran hidup lewat kehidupan
Dodi. Tuhan memberikanku nikmat yang begitu luar biasa, masa kecil Dodi saat
ini memang tak seberuntung masa kecilku dulu. Namun itulah kehidupan, selalu
ada cerita dan hikmah untuk orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar