Rabu, 14 Desember 2016

30DWC Jilid 3 ke 14 "Semua Itu Proses"

“Semua Itu Proses”

      Semangat baru. Mungkin itu yang aku rasakan di pagi yang cerah ini. segala rasa gundah gulana yang sempat menghampiriku saat itu sekarang seolah lenyap begitu saja seperti tertumpuk oleh tumpuan batu. Pagi ini, ku lihat awan putih menghiasi langit biru dan itu menandakan hari ini cerah. Ku rasakan udara pagi dari jendela kamarku, sejenak ku pejamkan mata. Ku dengarkan burung-burung berkicau, semeliwir angin pagi yang begitu sejuk. Nikmat Tuhan sungguh tiada tergantikan untuk pagi ini. Tak lama langsung ku buka mataku ketika ku dengar suara pintu kamarku terketuk entah oleh siapa. Ternyata sahabatku, maklum kamar kita memang bersebelahan karena berada dalam satu kost yang sama. Masuklah dia ke kamarku, dan merebahkan badannya di kasurku. Kupikir dia mungkin sedang memikirkan sesuatu hingga ia putuskan pergi menemuiku di kamar. Ternyata benar saja, tak lama kemudian dia menangis. Dia ceitakan permasalahannya padaku. Sambil meneteskan air mata dia bercerita tentang Skripsinya. Kegalauan yang dirasakan oleh Tingkat Akhir dan yang ku alami pula saat ini. Kesedihannya dalam menghadapi skripsi sungguh membuatku merasakan apa yang dia rasakan. Berjuang bersama teman adalah satu-satunya cara untuk mengatasi kesedihan itu. Saat itu ku coba memberikannya semangat, karena apa yang dia alami sekarang setidaknya dulu aku pernah mengalaminya.

    Hari terus berganti, tak terasa satu minggu berlalu. Kemurungan dari sahabatku masih terpancar jelas. Entahlah memang terkadang skripsi membuat kita tidak ingin melakukan aktifitas apapun selain mengerjakannya. Aku mencoba membuat semangatnya bangkit, aku ajak dia jalan-jalan ke tempat dengan suasana adem. Di hari berikutnya aku kembali mengajaknya untuk pergi ke tempat-tempat yang memberikan ketenangan dalam hati dan pikirannya. Akhirnya setelah beberapa hari berlalu, kulihat kembali senyum bahagia yang terpancar dari wajahnya. Hal itu karena dia merenungkan kembali dalam dirinya untuk melewati setiap proses dalam kehidupannya. Tak lupa, lebih banyak bersyukur adalah kunci utama menurutnya. Aku pun bahagia, senyum bahagia dari sahabatku telah kembali. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar