Selasa, 20 Desember 2016

30DWC Jilid 3 Ke 19 "Semangatku adalah Mereka"

“Semangatku adalah Mereka”

Ayah dan Ibu, dua orang special dalam hidupku. Mereka yang selalu memberikan kasih sayang dan dukungan yang tiada henti. Mereka yang membuatku percaya akan kemampuan ku. Mereka yang tak bisa aku deksripsikan seperti skripsi yang sedang aku jalani. Ayah dan Ibu, layaknya pelita yang menerangi kehidupanku di saat aku terjatuh. Ibarat cahaya lilin yang selalu setia menerangi dari setiap sudut jalan.

Ibu, perempuan tersabar yang aku temukan di dunia ini. Mengorbankan segala untuk anaknya, dan seketika aku teringat ketika aku berada di perantauan. Saat itu, kondisi tubuhku sedang tidak baik. Alhasil aku pun menangis pada Ibu karena beralasan merindukannya. Mungkin naluri ibu  memang kuat sehingga aku tak bisa menutupi kalau kenyataannya aku sakit. Setelah mendengar kabarku sakit, Ibu langsung menemui saat itu. Terharu, padahal jarak tempuh dari rumah ke tempat perantauanku membutuhkan waktu 1 hari. Namun pengorbanan sungguh luar biasa.

Ayah, laki-laki terhebat yang aku temukan di dunia ini. Selalu membuat anaknya untuk tangguh dalam menghadapi segala tantangan hidup. Seketika aku pun teringat saat Ayah yang selalu bersikap tegas saat mendidik ku. Saat aku kecil menginjak remaja hingga dewasa, Ayah selalu menjagaku dengan kedisiplinannya. Ketika aku akan menyerah dengan permasalahan yang ku hadapi, dia selalu memberikan berbagai cara untuk bisa menghiburku dan membuatku untuk tegar. Sungguh luar biasa, setiap kata yang terucap olehnya membuatku bisa bangkit dari segala keterpurukan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar