“Semangatku
adalah Mereka”
Ayah dan Ibu, dua orang
special dalam hidupku. Mereka yang selalu memberikan kasih sayang dan dukungan
yang tiada henti. Mereka yang membuatku percaya akan kemampuan ku. Mereka yang
tak bisa aku deksripsikan seperti skripsi yang sedang aku jalani. Ayah dan Ibu,
layaknya pelita yang menerangi kehidupanku di saat aku terjatuh. Ibarat cahaya
lilin yang selalu setia menerangi dari setiap sudut jalan.
Ibu, perempuan tersabar
yang aku temukan di dunia ini. Mengorbankan segala untuk anaknya, dan seketika
aku teringat ketika aku berada di perantauan. Saat itu, kondisi tubuhku sedang
tidak baik. Alhasil aku pun menangis pada Ibu karena beralasan merindukannya. Mungkin
naluri ibu memang kuat sehingga aku tak
bisa menutupi kalau kenyataannya aku sakit. Setelah mendengar kabarku sakit,
Ibu langsung menemui saat itu. Terharu, padahal jarak tempuh dari rumah ke
tempat perantauanku membutuhkan waktu 1 hari. Namun pengorbanan sungguh luar
biasa.
Ayah, laki-laki terhebat
yang aku temukan di dunia ini. Selalu membuat anaknya untuk tangguh dalam
menghadapi segala tantangan hidup. Seketika aku pun teringat saat Ayah yang
selalu bersikap tegas saat mendidik ku. Saat aku kecil menginjak remaja hingga
dewasa, Ayah selalu menjagaku dengan kedisiplinannya. Ketika aku akan menyerah
dengan permasalahan yang ku hadapi, dia selalu memberikan berbagai cara untuk
bisa menghiburku dan membuatku untuk tegar. Sungguh luar biasa, setiap kata
yang terucap olehnya membuatku bisa bangkit dari segala keterpurukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar