Minggu, 04 Desember 2016

30DWC Jilid 3 Ke 4

Sahabatku Utami

Panggil saja dia Utami, Sahabat karibku yang ku kenal sejak aku duduk di bangku SMP. Kami di pertemukan mungkin atas izin-Nya pula. Utami, bagiku dia adalah sahabat dan keluargaku. Dia yang paling periang diantara sahabatku yang lain. Lesung pipinya selalu menjadi kebanggaannya. Kami sama-sama anak bungsu dari dua bersaudara, bedanya dia memiliki kakak laki-laki sedangkan aku memiliki kakak perempuan. Suka duka, canda dan tawa telah kami lewati bersama. Namun suatu hari, aku merasa aneh ketika melihatnya menangis. Utami yang aku kenal jarang sekali untuk meneteskan air matanya di depanku.  Kali ini berbeda, dia merasa lemah saat dia merasakan sakit hati setelah di khianati oleh seseorang yang dicintainya. Beberapa bulan aku melihatnya seolah bukan dirinya yang selama ini aku kenal, aku pun selalu mencoba menghiburnya dengan mengajaknya jalan-jalan. Singkat cerita, setelah beberapa bulan dilewatinya dengan penuh kesedihan akhirnya dia menemukan seseorang yang kembali membuatnya menemukan kehidupan baru. Ya, sekarang dia jauh lebih baik dan kembali ku temukan dirinya yang sesungguhnya. Utami yang ku kenal periang dan selalu bikin onar telah kembali. Selamat untuk sahabatku.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar