“Di Akhir Pergantian Tahun”
Seperti
tahun lalu, rintik hujan kembali turun di akhir pergantian tahun. Akhir tahun
ini, aku habiskan di tempat perantaun kembali. Sore itu, aku memutuskan untuk
pergi ke rumah Bibi dan Pamanku karena di tempat kostku semua penghuni
menghabiskan pergantian tahun di kampung halamannya masing-masing. Dalam
perjalanan menuju rumah Bibiku, perlahan rintikan hujan mulai turun dan tak
lama kemudian hujan secara perlahan menjadi deras sampai bajuku pun sebagian
menjadi basah. Di sepanjang jalan ku lihat jalanan masih terasa sepi, belum
terlihat tanda-tanda kemacetan dan sampailah aku di rumah bibiku. Ku buka pintu
gerbang dan perlahan aku masuk ke dalam rumah. Bibi menyambutku dengan lembut,
namun keadaan rumah masih terlihat sepi karena
orang-orang belum pada pulang.
Singkat
cerita, saat itu menunjukan pukul 19.00. Mulai terdengar suara kembang api di
sekeliling rumah, namun perasaanku saat itu sungguh tak karuan karena belum
bisa berkumpul dengan keluarga di rumah. Keadaan masih saja sepi karena aku dan
bibiku tidak pergi keluar untuk merayakan tahun baru. Ku pikir berisitirahat di
kamar sudah cukup ditemani dengan tontonan drama yang sudah lama belum aku
tonton. Waktu menunjukan 21.00, ku putuskan pergi ke kamar setelah aku bersama
bibi banyak bercerita. Ku nyalakan
laptop dan menonton satu episode drama, namun drama itu tak sempat aku tonton
sampai akhir karena aku terlelap tidur. Tak lama setelah aku terlelap tidur,
seketika aku terbangun mendengar bergemuruh suara kembang api. Saat aku bangun
ternyata waktu menunjukkan pukul 23.45. Aku pun pergi ke lantai 2 untuk melihat
kemeriahan kembang api, sungguh indah gemerlap kembang api saat itu. Tepat
pukul 00.15, aku pun kembali tidur dan hanya sebentar menikmati pergantian tahun
baru dengan melihat keindahan kembang api dari berbagai sudut kota.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar