Minggu, 04 Desember 2016

30DWC Jilid 3 ke 3


Rindu Mamah
Mentari pagi memancarkan sinarnya begitu indah hingga membuatku tak henti mengucap syukur atas nikmat-Nya. Sejenak ku pejamkan mata, ku renungkan hal-hal yang telah ku lalui kemarin. Terlintas dalam pikiranku, sosok perempuan yang sedang tersenyum kepadaku. Iya, sosok perempuan yang terlintas dalam pikiranku adalah Mamah. Mamah yang lembut dan penuh dengan kasih sayang yang tiada henti untuk anaknya. Tak terasa, air mata pun hingga menetes ketika ku buka mataku kembali. Jelas aku sangat merindukannya, sudah tiga bulan terakhir ini aku belum pulang untuk menemuinya. Aku masih bertahan dan berjuang dengan kewajibanku menyelesaikan tugas akhir. Terlihat egois, namun keegoisan itu membuatku ingin mengeluh dan menangis ketika aku harus berjuang sendiri. Sejenak lamunanku terhenti ketika aku ingat aku harus mengerjakan tugas akhir.  
Singkat cerita, ketika aku sedang mengerjakan tugas akhirku. Hanphoneku berbunyi dan kulihat panggilan itu dari Mamah, sungguh bahagianya aku ketika itu adalah mamah yang menelephoneku. Mamah yang selalu cerewet mengengingatkanku, karena dia tidak mau anaknya sakit. Mamah yang selalu menasehati berbagai hal, karena dia sangat menyayangi anaknya. Tak terasa obrolan kami pun sudah 30 menit lamanya, mamah pun menutup teleponnya. Setelah  itu, aku pun tersenyum dan kembali mengerjakan tugasku. Terimakasih Mah, selalu menjadi malaikat tanpa sayap untuku dan menjadi penyemangatku di setiap harinya. Aku menyayangimu, Mamah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar