“BERTEMU”
Mei
2016. Kala itu aku mengantarkan dia pergi ke Bandara, Dia diterima kerja di
Luar Pulau Jawa. Saat itu perasaanku sudah tidak karuan, bahagia & sedih
bercampur menjadi satu ketika harus melepasnya jauh. Beberapa hari berlalu, aku
dengannya sudah terpisah oleh jarak ribuan kilometer. Selain terpisah oleh
jarak, aku dengannya tidak berkomunikasi hampir tiga minggu lamanya karena dia
sedang melaksanakan pendidikan di pekerjaannya. Satu bulan berlalu, aku
dengannya disibukkan dengan segala aktivitas masing-masing. Kesibukan aku dengan
dia membuat komunikasi sedikit berkurang.
Dua bulan berlalu, dia semakin sibuk dengan pekerjaannya dan aku sibuk
dengan tugas akhir di perkuliahan ku. Tepat tiga bulan berlalu, aku pikir dia
akan pulang saat Lebaran tiba. Namun kenyataannya dia harus merschedule untuk
pulang ke rumah karena pekerjaannya.
Sejak
keberangkatannya bulan Mei, aku dan dia tak pernah bertemu. Aku dengannya hanya
bisa bertegur sapa via telephone atau pun video call. Seiring berjalannya waktu
dan kesibukan semakin menghampiri dirinya, waktu yang tersisa untukku begitu
singkat sampai aku pun merasakan kehilangan sosok dirinya. Sempat aku merasa
kesal, namun ku pikir itu hanya keegoisanku semata. Hingga tepat tujuh bulan
berlalu, aku mendengar kabar darinya. Kabar yang membuatku terharu sekaligus
bahagia karena dia akan pulang untuk bertemu denganku juga keluarganya.
Desember
2016. Setelah tujuh bulan berlalu, akhirnya aku dengan dia bertemu. “Bertemu” ,
sungguh seperti mimpi rasanya bisa bertemu kembali dengannya setelah sekian
lama aku dengan dia tak pernah berjumpa. Saat itu, aku bertemu dengannya hanya
bisa menghabiskan waktu beberapa jama karena dia harus segera pulang ke
rumahnya. Meskipun pertemuan itu cukup singkat, namun bagiku pertemuan itu
memberikan kesan yang tidak bisa tergantikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar