“3 Tahun Bersama”
Tahun
2012, Saat aku diterima di salah satu Universitas yang membuatku harus jauh
dari kampung halaman dan keluargaku. Kebetulan aku diterima dengan sahabatku,
dan kami putuskan untuk tinggal bersama dalam satu kost. Dinda namanya, dia
adalah sahabatku. Di tahun pertama kuliah, kami lewatkan suka duka bersama.
Belajar jauh dari keluarga, dan menangani masalah apapun bersama. Saat itu, aku
dengannya belum terbiasa dengan suasana dingin hingga salah satu dari kami pun sakit.
Ketika aku yang pertama sakit, dinda merawatku sampai aku sembuh dinda mulai
menunjukan gejala bahwa dia akan sakit. Ternyata benar dugaanku, sakitnya
bergantian denganku. Seperti anak kembar saja, wajar memang karena kita tinggal
dalam satu kamar kost. Kejadian yang ku
ingat saat di tahun pertama, saat itu aku tak sengaja mematikan lampu kamar
kemudian dinda secara tidak berteriak dari kamar mandi. Rupanya dia merasa ketakutan sendiri dalam keadaan gelap. Saat itu aku tertawa melihat
ekspresinya yang begitu ketakutan.
Singkat
cerita ditahun ke dua, aku dengan dinda masih berada dalam satu kamar kost yang
sama. Saat itu kami mulai disibukkan dengan kesibukan masing-masing hingga
waktu bersama mulai kurang. Kami jarang bermain bersama lagi, namun kami selalu
bercerita dia waktu luang sebelum tidur. Namun ada satu kejadian yang tak bisa ku lupa,
ketika dia akan berangkat ke Jepang. Saat itu dia terpilih sebagai salah satu
Mahasiwa yang mewakili jurusannya untuk
menari disana. Bangga sekaligus sedih karena akan di tinggal satu minggu
olehnya. Aku membantu segala persiapannya dan mengantakannya ke kampus. Hingga
dia pulang pun, aku menjemputnya di kampus. Sampai akhirnya di tahun ke tiga,
kegiatan di kampus mulai kami kurangi.
Banyak waktu luang yang kami habiskan lagi bersama. tak jarang kami terlihat
seperti adik kakak karena kami selalu melindungi satu sama lain. Saat itu tak
pernah ada masalah di antara kami, sampai di akhir tahun ketiga ada
permasalahan yang dihadapi dinda hingga harus pindah dari kosan. Mulai saat
itu, kami tidak dalam satu kamar kost yang sama, namun kami selalu bertemu dan
meluangkan waktu bersama sekedar untuk mencurahkan tentang hal apapun itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar