Sabtu, 31 Desember 2016

30DWC Jilid 3 ke 26 "3 Tahun Bersama"

“3 Tahun Bersama”

Tahun 2012, Saat aku diterima di salah satu Universitas yang membuatku harus jauh dari kampung halaman dan keluargaku. Kebetulan aku diterima dengan sahabatku, dan kami putuskan untuk tinggal bersama dalam satu kost. Dinda namanya, dia adalah sahabatku. Di tahun pertama kuliah, kami lewatkan suka duka bersama. Belajar jauh dari keluarga, dan menangani masalah apapun bersama. Saat itu, aku dengannya belum terbiasa dengan suasana dingin hingga salah satu dari kami pun sakit. Ketika aku yang pertama sakit, dinda merawatku sampai aku sembuh dinda mulai menunjukan gejala bahwa dia akan sakit. Ternyata benar dugaanku, sakitnya bergantian denganku. Seperti anak kembar saja, wajar memang karena kita tinggal dalam satu kamar kost. Kejadian  yang ku ingat saat di tahun pertama, saat itu aku tak sengaja mematikan lampu kamar kemudian dinda secara tidak berteriak dari kamar mandi. Rupanya dia merasa  ketakutan sendiri dalam keadaan  gelap. Saat itu aku tertawa melihat ekspresinya yang begitu ketakutan.

Singkat cerita ditahun ke dua, aku dengan dinda masih berada dalam satu kamar kost yang sama. Saat itu kami mulai disibukkan dengan kesibukan masing-masing hingga waktu bersama mulai kurang. Kami jarang bermain bersama lagi, namun kami selalu bercerita dia waktu luang sebelum tidur.  Namun ada satu kejadian yang tak bisa ku lupa, ketika dia akan berangkat ke Jepang. Saat itu dia terpilih sebagai salah satu Mahasiwa yang mewakili jurusannya  untuk menari disana. Bangga sekaligus sedih karena akan di tinggal satu minggu olehnya. Aku membantu segala persiapannya dan mengantakannya ke kampus. Hingga dia pulang pun, aku menjemputnya di kampus. Sampai akhirnya di tahun ke tiga, kegiatan di kampus  mulai kami kurangi. Banyak waktu luang yang kami habiskan lagi bersama. tak jarang kami terlihat seperti adik kakak karena kami selalu melindungi satu sama lain. Saat itu tak pernah ada masalah di antara kami, sampai di akhir tahun ketiga ada permasalahan yang dihadapi dinda hingga harus pindah dari kosan. Mulai saat itu, kami tidak dalam satu kamar kost yang sama, namun kami selalu bertemu dan meluangkan waktu bersama sekedar untuk mencurahkan tentang hal apapun itu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar